Rabu, 29 Oktober 2014

Internet Addiction


A. Definisi Kecanduan Internet ( Internet Addiction Disorder: IAD)




Internet addiction merupakan fenomena yang mencemaskan dan menarik perhatian Internet telah membuat remaja kecanduan, karena menawarkan berbagai informasi, rmainan, dan hiburan. Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet.  Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginan untuk online sehingga kehilangan kontrol dari penggunaan internet dan kehidupannya.

Mengacu pada penggunaan Internet yang bermasalah, termasuk beragam aspek dari teknologi internet yang berkaitan, seperti email dan World Wide Web. Perlu dicatat bahwa kecanduan internet belum tercantum dalam buku pegangan profesional kesehatan mental yaitu Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders: edisi keempat (2000).

Kecanduan internet telah diakui secaraformal sebagai gangguan oleh American Psychological Association. Meskipun kecanduan internet telah mempengaruhi banyak orang, para ahli masih memperdebatkan mengenai terminologi yang tepat untuk gejala tersebut. Namun demikian, dalam 1 dekade terakhir konsep tentang kecanduan internet telah semakin luas diterima sebagai gangguan klinis yang acapkali memerlukan perawatan (treatment) khusus. Para peneliti masih belum sepakat tentang apakah kecanduan internet merupakangangguan pada dirinya sendiri atau merupakan symptom dari gangguan yang lain.

Ada juga yang memperdebatkan apakah kecanduan internet harus dikategorikan sebagai gangguan impuls atau gangguan kompulsif-obsesif (obsessive compulsive disorder) dan bukannya kecanduan biasa.Salah satu gejala (symptom) kecanduan Internet adalah penggunaan waktu yangberlebihan untuk Internet. Seseorang mungkin mengalami kesulitan untuk mengurangiakses terhadap Internet bahkan jika ia diancam sanksi mendapat nilai yang buruk disekolah atau dikeluarkan dari pekerjaannya. Ada beberapa kasus telah dilaporkan tentang para mahasiswa yang menolak untuk tidak mengakses Internet agar bisa mengikut ikuliah. Gejala-gejala kecanduan lain meliputi antara lain kurang tidur, kelelahan, nilai-nilai yang memburuk, kinerja yang buruk di tempat kerja, apatisme dll. Ada juga kemungkinan berkurangnya investasi untuk hubungan sosial dan aktivitas. Seseorang mungkin berbohong tentang berapa banyak waktu yang digunakannya untuk online ataumenyangkal bahwa mereka memiliki masalah. Mereka mungkin menjadi sering marah(irritable) saat tidak online, atau marah kepada siapapun yang menanyakan waktu  mereka di Internet.
 Tanda-tanda dan symptom dari kecanduan Internet berbeda-beda untuk tiap orang. Sebagai contoh, tidak ada kriteria sekian jam perhari atau berapa pesan sehari yang mengindikasikan seseorang telah kecanduan Internet. Namun berikut ini dapat diberikan tanda-tanda peringatan bahwa penggunaan Internet Anda atau anak-anak Anda mungkin telah menjadi suatu masalah:

a.               Tidak dapat melacak waktu yang digunakan untuk online.
b.              Memiliki masalah untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan atau di rumah.
c.               Terisolasi dari keluarga dan teman-teman.
d.      Merasa bersalah atau defensif terhadap penggunaan Internet.
e.               Merasa semacam euphoria jika sedang terlibat dalam aktivitas Internet.


Berdasarkan hasil analisis data penelitian, yaitu adanya hubungan positif faktor neuroticism, openness to experience dan agreeableness terhadap kecanduan internet pada mahasiswa dan adanya hubungan negatif faktor extraversion dan conscientiousness terhadap kecanduan internet pada mahasiswa. Teknologi berbasis internet ini, sangat disukai oleh individu neurotic. Kepribadian neurotic ditandai dengan kecenderungan untuk merasa mudah kecewa, marah, depresi sehingga seringkali mengganggu keharmonisan hubungan individu dengan orang lain. Dengan adanya media internet, individu tidak perlu berhadapanlangsung  (face to face) dengan orang lain saat berkomunikasi, mereka dapat menyembunyikan posisi sosial dan emosionalnya di hadapan orang lain. Individu cenderung menggunakan media internet untuk melarikan diri dari masalah yang dihadapi, individu neurotic menemukan kepuasan dalam hidupnya ketika mengakses internet.
Penelitian yang dilakukan oleh Loytsker & Alello (Young & Rodgers, 1998b), didapatkan hasil bahwa individu yang mengalami kecemasan sosial, mudah bosan dan kesepian memiliki kecenderungan kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami kecanduan pada internet. Dimensi berikutnya yang terkait dengan  kecanduan internet adalah openness to experience. Kepribadian openness to experience menilai usahanya secara proaktif dan penghargaan terhadap pengalaman demi kepentingannya sendiri. Kepribadian ini menilai bagaimana ia menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa (Costa & McCrae 1985;1990;1992 dalam Pervin & John, 2001).
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ramdhani (2008) mengenai penggunaan e-mail dengan kepribadian openness to experience, dimana diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara kepribadian openness to experience dengan penggunaan e-mail. Orang yang terbuka mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan mempunyai sudut pandang konvensional sehingga bagi individu openness to experience penggunaan e-mail menantang mereka untuk dapat  melakukan sesuatu yang selama ini belum dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan dirinya. Kepribadian agreeableness juga merupakan salah satu kepribadian yang terkait dengan kecanduan terhadap internet. Individu yang memiliki tingkat agreeableness  mempunyai sedikit permasalahan pada hubungan interpersonalnya, dimana ketika sedang menghadapi suatu konflik,  self esteem mereka akan menurun. Selain itu, menghindar dari usaha langsung untuk memutuskan konflik dengan orang lain. Individu yang kecanduan internet memiliki permasalahan hubungan dengan individu lain, dimana mereka akan lebih memilih untuk melarikan diri dari permasalahan yang sedang mereka hadapi dibandingkan harus menyelesaikan masalah tersebut. Individu yang mempunyai sifat seperti ini menyukai komunikasi melalui internet karena meraka dapat menemukan ideologi yang radikal atau mendiskusikan hal-hal yang dianggap tabu (Young & Rodgers, 1998b)
Penelitian yang dilakukan oleh Niemz et al (2005) menunjukkan hasil bahwa siswa yang mengalami gangguan penggunaan internet memiliki harga diri yang rendah dan secara sosial individu tidak merasa kurang ketika mereka sedang online. Beralihnya individu pada aktivitas internet karena ia merasa mendapatkan teman yang menerima dan tidak menolak sifat atau karakteristik kepribadian yang ia miliki. Individu merasa bahwa aktivitas internet tersebut, dapat memberikan suatu informasi yang ia butuhkan. Dengan online individu menemukan perasaan yang menyenangkan, seperti bergairah, gembira, berdebar, bebas, atraktif, merasa didukung dan dibutuhkan. Perasaan ini merupakan penguat suatu individu mengalami kecanduan internet. Sebaliknya ketika offline individu mendapatkan perasaan yang tidak menyenangkan seperti cemas, dihalangi, frustasi dan sedih (Young, 1999).
Hasil kategorisasi pada nilai masing-masing skala menunjukkan bahwa kecanduan  internet mahasiswa berada pada kategori rendah. Berbeda halnya dengan hasil kategorisasi skala masing-masing dimensi kepribadian big five. Dimana dimensi neuroticism berada pada kategori sedang, dan dimensi extroversion, openness to experience, agreeableness dan conscientiousness yang berada pada kategori tinggi. Rendahnya tingkat kecanduan internet di Indonesia, dapat disebabkan oleh penggunaan  internet dan warnet yang masih kurang khususnya di daerah-daerah. Sejauh ini, hanya kalangan terpelajar dan masyarakat perkotaan yang mengenal internet. Sementara itu, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang tersebar diberbagai daerah hingga ke pelosok desa, internet bisa jadi masih terlalu asing dimata mereka.
Tidak semua kasus kecanduan internet diakibatkan oleh big five personality, ada banyak faktor yang juga ikut memberikan sumbangan terhadap perilaku kecanduan internet, seperti faktor internal, yang terdiri dari gender maupun keterampilan komunikasi yang dilakukan oleh individu sehingga individu merasa nyaman ketika berinteraksi dengan individu lain.  Selain faktor internal di atas, adanya faktor eksternal yang juga ikut berperan dalam pembentukan pola perilaku kecanduan internet ini antara lain faktor keluarga, yaitu bagaimana hubungan dan dukungan dari keluarganya, faktor-faktor sosial di lingkungan sekeliling yang berkaitan dengan penerimaan dan penolakan dari masyarakat serta faktor budaya dimana individu dituntut untuk mengikuti kemajuan teknologi yang terus berkembang sehingga mengakibatkan sesorang menjadi pecandu internet.

B. Macam-macam Kecanduan Internet
Kecanduan internet,  yang juga disebut kecanduan komputer, kecanduan online,penggunaan internet yang patologis (Pathological Internet Use: PIU),  iDisorder, atau gangguan kecanduan internet (Internet Addiction Disorder: IAD) yang mencakup sejumlah problem kontrol impuls seperti:

a.               Kecanduan cybersex (Cybersex Addiction):
Internet pornography, adult chat rooms, adult fantasy role-play.
b.              Kecanduan hubungan-cyber (Cyber-Relationship Addiction)
Kecanduan jejaring sosial, chat, text (sms) atau email.
c.               Net Compulsions
Game online, judi online, permainan saham online, atau lelang online seperti eBay yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial ataumasalah pekerjaan.
d.             Kelebihan Informasi ( Information Overload)
Selancar online atau pencarian data base secara kompulsife.

Kecanduan Komputer adalah memainkan permainan komputer secara obsesif, seperti Solitaire atau Minesweeper, atau pemrogramn komputer secara obsesif. Yang paling umum dari kecanduan Internet ini adalah cybersex,  judi online,  kecan dan hubungan-cyber.

C. Penyebab Utama Kecanduan Internet
Tidak seorangpun yang tahu apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang kecanduanInternet, namun ada beberapa faktor yang telah diusulkan untuk menjelaskan kecanduanInternet. Salah satu teori berhubungan dengan potensi mengubah mood (mood-altering potential dari perilaku-perilaku yang berkaitan dengan kecanduan proses. Sama seperti seseorang yang mengalami kecanduan belanja merasakan dorongan (rush) atau perubahan mood yang menyenangkan dari tindakan-tindakan yang berhubungan dengan belanja, demikian pula seseorang yang kecanduan internet mungkin merasakan dorongan yang sama untuk menghidupkan komputer dan mengunjungi situs-situs favorit mereka. Dengan kata lain, para peneliti berpikir bahwa terdapat perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi dalam tubuh saat seseorang terlibat dalam perilaku kecanduan. Lebih lanjut dari sudut pandang biologis, mungkin terdapat kombinasi dari gen-gen yang membuatseseorang lebih rentan terhadap  perilaku kecanduan, mirip dengan para peneliti yang telah menemukan gen-gen yang mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap alkohol. Teori-teori lainnya berupaya menjelaskan kecanduan tersebut dengan penjelasan perilaku, psikodinamik dan  kepribadian, sosiokultural atau biomedikal (Ferris).

D. Menolong Anak dan Remaja yang Kecanduan Internet
Jika Anda membatasi penggunaan Internet secara keras bagi anak-anak Anda, maka mereka mungkin akanmemberontak atau pergi ke tempat lain. Tapi Anda perlu memantau penggunaankomputer dan smartphone, mengawasi aktivitas online dan memberikan pertolongan jikaanak-anak Anda memerlukan. Jika anak-anak Anda menunjukkan tanda-tanda kecanduan Internet, ada beberapahal yang bisa Anda lakukan untuk menolong:
a.               Doronglah minat-minat lainnya dan aktivitas sosial
b.              Pantaulah penggunaan komputer dan tetapkan batasan yang jelas
c.               Gunakan apps untuk membatasi penggunaan smartphone oleh anak-anak Anda
d.             Bicarakanlah dengan anak-anak Anda tentang masalah-masalah yang bisa munculakibat kecanduan Internet
e.       Carilah pertolongan: mungkin dari pelatih olahraga, dokter, sahabatkeluarga/tetangga, konselor atau psikolog.

Daftar Pustaka

Ningtyas, Sari. 2010. Hubungan Self Control dan Internet Addiction pada Mahasiswa. Universitas Negeri Jakarta. Vol. 2 No. 2 Hal 3-5

Putra, Kevin. 2009. Big Five Personality dengan Kecanduan Internet. Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia : Jurnal Psikologi Vol. 24 No. 3 Hal 30-45

Christianto, Victor. 2014. Kecanduan Internet dan Terapi Kognitif Perilaku: Sebuah Tinjauan Ringkas (Internet Addiction Disorder and Cognitive Behavioral Therapy). Sekolah Tinggi Teologi Satya Bhakti Malang. Vol. 27 No. 6 Hal. 8-9

Hasibuan, Adlin. 2014. Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Menggunakan Internet (Internet Addiction) Menggunakan Metode Certainty Factor. Pelita Informatika Budi Dharma. Volume 6 nomor 3. Hal 143-147

KOC, Mustafa. 2011. Internet Addiction and Psychopatology. TOJET. Volume 10 issue 1. Page 143-148

Widiana, H.S., Retnowati, S., Hidyat, R., Kontrol Diri dan Kecenderungan Kecanduan Internet. Indonesian Psychologycal Journal Vol.1 No. 1. Hal 6-16

Soetjipto, H.P. Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada : Jurnal Psikologi Volume 32, No. 2, Hal 74-91

Psiko Terapi Via Internet


Pemanfaatan wahana internet untuk intervensi terapetik sebelumnya lebih umum dikenal sebagai layanan konseling melalui internet pada profesi konselor dan atau psikolog. Karena terdapat beberapa terminologi yang biasa digunakan untuk menyebut intervensi terapetik berbasisi web ini antara lain konseling melalui internet: ce-therapy, terapi online, cyber counseling,ecounseling, web-counseling, konseling melalui media komputer, atau konseling jarak jauh. 

Wahana ini cukup mendapat perhatian dari para praktisi kesehatan mental sebagai cara dalammemberikan layanan kesehatan mental. Mahasiswa di universitas dan para siswasekolah menengah atas yang memililiki keterbatasan keuangan dan waktu,seringkali merasa tidak nyaman untuk melakukan pertemuan secara langsung bertatap muka dengan seseorang ahli, ketidaknyamanan ini terjadi dikarenakan situasi pertemuan profesional tersebut bersifat klinis. Karena itulah kelompok ini merupakan sub-populasi yang bisa menerima dan memiliki ketertarikan untuk menggunakan bentuk layanan e-terapi.

Self-help web-based therapeutic intervention: Merupakan salah satu dari beberapa bentuk layanan intervensi konseling berbasis internet. Penelitian menunjukan bahwa bentuk intervensi ini efektif untuk mengatasi permasalahan depresi dan stress yang terkait dengan burnout atau kejenuhan. Dalam penelitiannya, Straten mencoba mengukur efektifitas intervensi berbasis web dalam bentuk bantuan mandiri ini untuk mengurangi depresi, kecemasan dan kejenuhan. Hasilnya menunjukan bahwa secara statistik dan klinis bantuan mandiri berbasis web terbukti efektif untuk mengurangi depresi dan kecemasan. Sejauh ini, penelitian yang dilakukan oleh Traten et.al merupakan uji coba pertama intervensi pemecahan masalah berbasis web. Efektifitas intervensi terapetik berbasis web dalam bentuk bantuan mandiri berbasis web seperti juga terapi pertolongan mandiri yang pada umumnya diberikan dalam bentuk buku dan sebagainya terbukti efektif dalam mengurangi permasalahan-permasalahan mental.

Menurut Barak et.al (2009) intervensi berbasis web adalah “program intervensi mandiri berbasis panduan yang diberikan melalui perspektif online dan dioperasikan melalui sebuah situs dan digunakan oleh klien yang mencari bantuan kesehatan dan bantuan kesehatan mental yang dibutuhkan. Program intervensi itu sendiri berusaha untuk menciptakan perubahan positif, atau mengatasi hingga meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman individu melalui penyediaan berbagai materi kesehatan dengan penggunaan komponen web berbasis interaktif “. Peluang berkembangnya intervensi terapeutik berbasis web cukup besar di Indonesia. Apalagi cukup banyak pengakses internet dari kategori usia pelajar yang secara reguler browsing  internet dan mengunjungi berbagai situs. Beberapa situs yang cukup popular saat ini misalnya seperti situs jejaring sosial seperti  facebook, twitter, friendster, high5 dan lain sebagainya baik melaui PC, laptop, notebook dan juga telepon seluler. Salah satu alasan itulah yang menjadikan pengembangan konseling melalui internet bagi dunia pendidikan, perguruan tinggi pada khususnya, memiliki potensi menjadi hal yang mudah diterima bagi para pelajar atau mahasiswa. Mengacu kepada berbagai data mengenai kejenuhan mahasiswa sebelumnya dan melihat karakteristik pengguna internet dan potensi perkembanganya, maka pengembangan model program konseling melalui internet untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa memang suda dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Karena pada masa-masa sekarang hingga masa yang akan datang, pelayanan kesehatan mental bukan hanya diberikan secara tradisional melalui tatap-muka, akan tetapi juga melalui internet.

Wallace (1999) menyatakan bahwa bukanlah hal yang mengherankan meski paradoks bahwa secara psikologis penggunaan internet mendukung dan meningkatkan sikap altruistik penggunanya,dan pada waktu yang sama juga dapat melepaskan sejumlah besar  agresi penggunanya. Salah satu contoh yang paling bermakna mengenai altruisme diinternet adalah yang terkait dengan forum dukungan emosional, seperti www.janganbunuhdiri.net yang dikembangkan oleh para psikolog UniversitasIndonesia yang memberikan layanan bantuan krisis untuk mencegah perilaku bunuh diri bagi mereka yang memiliki keinginan untuk bunuh diri, ataupun web forum pada umumnya dimana anggota yang senior akan membantu perkembangan pendatang baru atau “newbie” agar dapat menikmati manfaat yangsebesar-besarnya dari keanggotaanya di forum yang bersangkutan.

Dalam konteks penelitian ini, peneliti melakukan pengembangan model program layanan konseling melalui internet (intervensi terapeutik berbasis web dalam bentuk bantuan mandiri) untuk mengatasi permasalahan kejenuhanmahasiswa. Sehingga berdasarkan sumber masalah tersebut, maka rumusan masalah yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan suatu model program layanan konseling melalui internet (intervensi terapeutik berbasis web dalam bentuk bantuan mandiri) untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa. Online merupakan salah satu sumber daya utama yang dapat memungkinkannya dilakukan penelitian tersebut.

·        Pemahaman akan stress sebagai penyebab kejenuhan

1.       Membantu mahasiwa memahami tentang stress sebagai pemicu kejenuhan dan mengidentifikasireaksi fisik, psikologis dan perilaku terhadap stress,memahami tipe perilaku dalam menghadapi stress. Sistem teknis: Membaca secara online dan Pengunduhan berkas melalui web. Medium: Artikel bacaan dan penugasan latihan observasi mandiri.
2.       Pengembangan Keterampilan mengatasi stress: Membantu mahasiswamengembangkan keterampilan berbagai teknik mengatasi stresself talk, imaginasi dan relaksasi,menjadi asertif dan manajemen kemarahan Sistem teknis: Membaca dan menonton video online. Baik artikel maupun video dapatdiunduh melalui web. Medium: Artikel bacaan, Artikel Video dan penugasan.
3.       Pengembangan keterampilan belajar  membantu mahasiswa mengatasi permasalahan belajar, sepertimenghadapi tugas kuliah,membuat perencanaan waktu danmenghindari prokrsinasi.
4.       Pengembangan rasa percaya diri membantu mahasiswa mengembangkan rasa percaya diri dan menerima diri apa adanya.

Program intervensi ini terdiri dari empat sesi, dua sesi pertama merupakan intervensi yang bertujuan untuk membantu mahasiswa mengatasi kelelahan emosional dengan cara mengidentifikasi berbagai permasalahan stress sebagai pemicu kejenuhan dan mengembangkan berbagai keterampilan teknik - teknik mengatasi stress. Dua sesi yang terakhir akan fokusi pada pengembangan diri yang diharapkan dapat memberikan implikasi dalam meningkatkan pencapaian pribadi mahasiswa. Validitas program ini telah dinilai oleh seorang pakar dengan latar belakang psikologi klinis dan dinyatakan layak sebagai intervensi untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa yang fokus pada area kelelahan emosional dan rendahnya pencapaian pribadi.

Daftar Pustaka

Nabilah. Program Hipotetik Intervensi Terapeutik Berbasis web dalam Bentuk Bantuan Mandiri untuk Mengatasi Kejenuhan Mahasiswa. Jurnal Universitas Islam Indonesia

Agustin, Mubiar. (2009). Model Konseling Kognitif-Perilaku untuk Menangani Kejenuhan Belajar Mahasiswa (Studi Pengembangan Model Konseling  pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Akademik 2008/2009).Disertasi. Program Studi Bimbingan Penyuluhan SekolahPascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung

Barak, Azy et.al. (2009). Defining Internet Supported Therapeutic Intervention; Annals of Behavioral Medicine Ann Behav Med . Vol. 38. (4-17). Springer

Jumat, 03 Oktober 2014

Pengertian Email, Search Engine, Browser, Chatting, Netiquette, Komunitas Online



a)      E-mail  

     Email merupakan singkatan dari Electronic Mail yang artinya surat elektronik. Secara harfiah, 
email dapat didefenisikan sebagai metode pengiriman, penerimaan, dan penyimpanan pesan melalui 
sistem komunikasi elektronik berupa internet. Daripengertian email tersebut, jelas bahwa email mulai 
dari ditulis, dikirim, diterima, sampai dengan dibaca dilakukan secara elektronis. Email adalah surat 
elektronik yang dikirim dengan menggunakan internet,seperti layaknya surat biasa email dapat 
ditujukan ke perorangan dan kelompok. Email bisa menjangkau seluruh dunia dengan karena 
didukung jaringan global. Dengan email maka surat menyurat dapat dilakukan dengan cepat tanpa 
harus menunggu tukang pos datang mengirimkan surat. Pengirim email ke seluruh dunia tidak 
dibedakan biayanya baik jarak dekat atau jauh semuanya sama. Agar email bisa bekerja dibutuhkan 
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yang berfungsi untuk mengirimkan email melalui internet. 
Secara sederhana cara kerja email dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Email dibuat atau ditulis menggunakan MUA (Mail User Agent) atau yang dikenal dengan email client.
  • Proses pengiriman email tersebut ditangani oleh MTA (Mail Transfer Agent) atau disebut pula dengan mail server.
Email juga membutuhkan alamat agar pesan bisa sampai ke tujuan. Contoh alamat email misalnya zakapedia@gmail.com. Alamat email tersebut terdiri dari dua komponen yakni identitas dan domain atau provider. Komponen identitas direpresentasikan oleh zakapedia, sedangkan komponen domain atau provider direpresentasikan oleh gmail.com. Keberadaan email memberikan terobosan baru dalam sistem komunikasi memiliki keunggulan sekaligus kelemahan.
Untuk bisa mengirimkan dan menerima email, Anda harus memiliki sebuah account email terlebih dahulu. Account email ini nantinya sekaligus mencakup alamat emal yang bisa Anda gunakan untuk mengirimkan pesan kepada orang lain secara elektronis. Sebelum Anda membuat account email, perlu Anda ketahui bahwa terdapat banyak provider yang menyediakan layanan email seperti Yahoo, Gmail, Hotmail (Windows Live), dan lain sebagainya.
           
b)      Search Engine

Mesin pencari atau Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari informasi dari dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits. Informasi yang menjadi target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam jenis berkas seperti halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas lainnya. Beberapa mesin pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi atas data yang tersimpan dalam suatu basis data ataupun direktori web. Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basis data tertutup, di antaranya yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.
Adapun manfaat dari search engine seperti berikut:
·         mesin pencari merupakan tempat kebanyakan orang mencari sesuatu via internet. Menurut survei hampir 90% pengguna internet memakai mesin pencari untuk mencari lokasi tertentu di internet. dan di antara mesin pencari yang ada, google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan.
·         Sebagian besar pengguna mesin pencari tidak pernah melewatkan dua halaman pertama dari mesin pencari.
·         Sebagian besar (hampir 70%) pengguna mesin pencari tidak pernah klik pada hasil pencarian sponsor. Dengan demikian, hasil pencarian yang organik (secara alami) akan membuat suatu website memperoleh posisi strategis dalam dunia internet.
·         Di negara-negara maju, porsi penjualan yang dilakukan melalui internet sudah hampir mencapai 20% dari keseluruhan transaksi tahunan.
·         Sebuah informasi yang mudah di akses oleh semua orang baik dalam maupun luar negeri.
·         Memudahkan Masyarakat dalam mencari informasi di internet.

c)      Browser

Web browser adalah tool atau alat untuk membuka halaman web di WWW. Browser pertama di dunia yang banyak digunakan orang adalah Mosaic. Pada tahun 1994, Mosaic mulai ditinggalkan orang dan digantikan dengan Netscape Navigator. Hingga kemudian mulai digeser oleh Internet Explorerhingga sekarang. Selain internet Explorer, ada lagi web browser yang semakin hari semakin terkenal, yaitu Mozilla Firefox yang merupakan pengembangan dari Netscape Navigator.Jenis-jenis Web browser lainnya seperti Safari, Opera, dan Google Crome. Web browser memungkinkan user untuk melihat dan berinteraksi dengan halaman web dengan cara mengklik link, baik berupa teks maupun gambar. Web browser membuat user dapat mengakses informasi dengan cepat dan pergi ke halaman web lain dengan mengklik link-link yang ada.
Ada banyak browser yang bisa digunakan saat ini. Misalnya, yang paling sering kita gunakan adalah Mozilla Firefox karena memiliki fitur yang lengkap dan lebih aman. Web browser jenis ini juga telah menyediakan paket firefox dalam bahasa Indonesia sehingga mempermudah user ketika melakukan aktivitas browsing meskipun kurang memahami bahasa Inggris. Berikut ini penjelasan singkat cara menggunakan Web Browser:
  • Aktifkan browser yang Anda pakai
  • Isikan alamat URL dari halaman web yang akan di akses di kota Address bar atau dalam bahasa Indonesia dinamakan bilah alamat, misalnnya www.pengertianahli.com.
  • Tekan tombol Enter. Maka, halaman web yang mengacu ke URL tersebut akan dibuka.
  • Di bagian Titlebar browser muncul judul halaman, sementara di bagian area kerjanya muncul halaman web yang bersangkutan.
a)      Chatting

Chatting adalah fasilitas internet yang memungkinkan pengguna dapat melakukan pembicaraan langsung dengan pengguna lainnya dengan menggunakan keyboard. Syarat utama dalam melakukan chatting adalah lawan yang akan diajak bicara harus dalam keadaan online pada chatting internet. Fasiltas chatting juga memungkinkan pengguna untuk berkenalan dan melakukan pembicaraan langsung dengan pengguna lain di seluruh dunia yang sedang terhubung dan aktif dengan chatting internet.

Beberapa Macam Aplikasi Chat:
iTalk

Yahoo Messanger
Gtalk

mIRC












b)     Netiquette

Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet. Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.
Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
1.      Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personalfirewall
2.      Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
3.      dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
a.       jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
b.      jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit
c.       jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
d.      jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
e.       jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.
4.      Pertama: Ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia. Jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau posting kita benar-benar manusia yang memiliki perasaan. Sehingga:
   Jangan berteriak – gunakan huruf kapital dengan bijaksana. Tidak baik melukai perasaan orang lain,
   Jangan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkasme,
   Jangan pernah mengirimkan email atau posting tentang hal-hal yang tidak akan pernah Anda ucapkan secara langsung kepada si pembaca.
Kedua: Standar perilaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya. Konsekuensinya:
   Jaga keetisan,
   Melawan hukum adalah netiket yang buruk.
Ketiga: Ketahuilah di mana Anda berada di dunia maya. Maka:
   Netiket bervariasi dari satu domain ke domain lainnya,
   Tunggulah sambil mengamati (dengan membaca posting-posting sebelumnya) domain yang akan Anda masuki sebelum Anda berinteraksi di dalamnya.
Keempat: Hargailah waktu dan bandwidth orang lain. Konsekuensinya:
   Tidak mengapa jika Anda menganggap apa yang sedang Anda kerjakan saat ini merupakan hal yang terpenting di jagad raya. Namun, jangan berharap bahwa orang lain akan berpikiran sama,
   Kirim pesan (posting) pada grup diskusi yang sesuai. Tetaplah pada topik diskusi, jika pesan Anda tidak sesuai dengan topik yang ada, jangan kirimkan pesan tersebut,
   Usahakan untuk tidak menanyakan hal bodoh pada grup,
   Baca dahulu FAQ (Frequently Asked Questions) sebelum mulai bertanya.
   Gunakan email japri (jalur pribadi) untuk hal yang bersifat personal daripada mengirimkannya kepada grup,
   Jangan membuang waktu pembaca yang sudah mahir dengan mengirimkan informasi yang mendasar.
Kelima: Jangan membuat bingung pembaca. Caranya:
   Buat email seperti kartu pos. Jaga supaya pesan Anda singkat saja.
   Jangan terlalu berlebihan dalam mengutip. Dalam membalas pesan kutiplah hanya hal yang penting untuk dibalas.
   Tulis dan ejalah dengan benar. Tulis seperti Anda menulis sebuah surat.
   Jaga supaya signature paling banyak empat baris saja,
   Cek ulang di Web jika Anda mendapat email tentang virus. Jika Anda tidak pasti tentang hal tersebut, jangan meneruskan email tadi ke orang lain.
   Jangan mengirim spam.


c)      Komunitas Online

Komunitas Online adalah kumpulan pengguna internet yang membentuk satu wadah karena memiliki persamaan tujuan, hobby, aktivitas, atau lainnya. Anda dapat membangun komunitas online dengan membuat group ataupun mailing list (millist) kemudian mengajak teman, saudara, atau siapa saja untuk bergabung dalam komunitas online yang anda buat. Namun anda dapat lebih mudah jika langsung bergabung dengan komunitas online yang telah ada.
Dengan adanya komunitas online maka anda dapat memasarkan produk bisnis yang dimiliki ke anggota komunitas online lainnya, tentu saja pengiklanan ini harus satu arah dengan tujuan komunitas online tersebut dibentuk jangan sampai nanti anda dikeluarkan oleh pemilik groups karena kesalahan anda tersebut.
Komunitas Online- Peranannya Dalam Masyarakat
Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi(TIK) di Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa seiring kemajuan pesat teknologi itu sendiri. Pengguna sosial media seperti Facebook,Twitter,Blog,You Tube,Koprol,Kaskus,MIG33 meningkat tajam di Indonesia. Data dari PB+ 2010 menyebutkan bahwa pengguna Blog di Indonesia hampir mencapai 2 juta orang,sedang pengguna Facebook di Indonesia mencapai 25 juta orang per Juli 2010,bahkan pengguna Twitter di Indonesia berada diperingkat 6 dunia (2,41% dari total pengguna twitter dunia). Ini membuktikan bahwa orang Indonesia sangat gemar untuk berinteraksi dan berteman. Dari interaksi-interaksi yang intens antar sesama pengguna sosial media,terciptalah beragam komunitas online. Berbicara tentang komunitas,ada baiknya kita mengetahui dulu apa arti dari komunitas itu. Komunitas adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi diantara anggotanya berdasarkan adanya kesamaan. Komunitas terbentuk bisa karena kesamaan asal daerah dari anggotanya(misal: Paguyuban Madura,Komunitas Lampung,Komunitas Anak Medan), kesamaan nama(misal: Komunitas Asep), kesamaan hobby(misal: Komunitas Mancing Mania,Komunitas Parkour), kesamaan profesi(misal: Lawyer Club, Ikatan Akuntan Indonesia), kesamaan menggunakan produk tertentu(misal : Komunitas Yamaha Club,Komunitas Honda Tiger), kesamaan ngefans klub olahraga(misal : komunitas MU Mania,Jak Mania), kesamaan menggunakan platform online tertentu(misal: Komunitas Blogger,Tweeps,Facebooker). Sebuah komunitas harus melakukan kegiatan rutin yang menandakan bahwa komunitas itu eksis. Dengan kata lain sebuah komunitas tanpa kegiatan menandakan komunitas itu mati. Beberapa contoh kegiatan rutin komunitas:Komunitas Parkour Jakarta rutin melakukan latihan fisik di Senayan setiap weekend, Komunitas Sepeda Onthel rutin ngumpul dan bersepeda ria saat Car Free day, Komunitas B-H-I rutin nongkrong bareng Jumat malam di seputar Bunderan HI. Tentunya orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas melakukan satu kegiatan bersama dalam suasana bersahabat dan menyenangkan.


DAFTAR PUSTAKA